Jadi Langkah Awal Dekatkan Pelayanan, Sekjen LIDIK PRO Apresiasi Peluncuran Desa Binaan Imigrasi Perdana di Kelurahan Ela-Ela Bulukumba

Titikkota.com – BULUKUMBA – Kementerian Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Non TPI Kelas III Bantaeng resmi meluncurkan program “Desa Binaan Imigrasi” perdana di Kelurahan Ela-Ela, Kabupaten Bulukumba, pada Selasa (2/6/2026). Langkah strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Jenderal Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO), Muhammad Darwis.

Acara yang diselenggarakan di Aula Kantor Lurah Ela Ela ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Non TPI Kelas III Bantaeng, Nur Arifandi Azis, S.H., M.H., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Ujung Bulu, Andi Majna, S.E. Setelah sesi pembukaan, kegiatan diteruskan dengan dialog interaktif yang dipandu oleh Tajuddin selaku moderator, menghadirkan dua pemateri yaitu Syahrul Tompo, A.Md., S.E., M.M. (perwakilan pihak Imigrasi) dan Andi Mini (Kepala Bidang Ketenagakerjaan).

Bacaan Lainnya

Daftar Tamu Undangan
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan sinergi lintas sektor, antara lain:

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Bulukumba
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Bulukumba
Camat Ujung Bulu
Sekretaris Kecamatan Ujung Bulu
Lurah Ela Ela
Sekretaris Kel. Ela Ela
Babinsa Kelurahan Ela Ela
Bhabinkamtibmas Kelurahan Ela Ela
Kepala Lingkungan Eka Damai
Kepala Lingkungan Borokkalukue
Ketua Karang Taruna Kel. Ela Ela
Ketua KPP Al Ikhlas Kel. Ela Ela
Sekjen Lidik Pro Kab. Bulukumba
Pimpinan Redaksi Radar Selatan Kab. Bulukumba

Sekjen LIDIK PRO, Muhammad Darwis, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba atas sinergi yang terbangun, termasuk keterlibatan aktif Kesbangpol, jajaran pemerintah kelurahan, serta peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Ini merupakan langkah konkret dalam rangka pencegahan dan perlindungan pekerja dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta pekerja non-prosedural. Kehadiran Desa Binaan ini membuktikan bahwa upaya pendekatan pelayanan terkait dokumen keimigrasian kini semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Darwis.

Darwis berharap program ini menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang demi keselamatan para pekerja migran.
“Semoga kolaborasi ini menjadi sebuah akselerasi dalam melahirkan pekerja migran yang aman, serta membuat pengawasan terhadap orang asing dapat berjalan dengan lebih optimal,” tutup Darwis.