Gempa Dangkal Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Dipicu Sesar Aktif, Tidak Berpotensi Tsunami

Oplus_131072

PALU, titikkota.com – Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan cukup besar melanda wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa siang (16/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 6,7 (sebelumnya diestimasi awal mendekati M 6,8).

​Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, peristiwa seismik ini terjadi tepat pada pukul 11:27:44 WITA (atau 10:27:44 WIB). Episenter gempa terletak pada koordinat 1.04 Lintang Selatan (LS) dan 120.23 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berpusat di darat pada jarak sekitar 42 kilometer arah Tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

​Mengingat hiposenternya berada pada kedalaman yang sangat dangkal, yakni 10 kilometer, guncangan ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat. Hasil pemodelan kedaruratan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

​Guncangan gempa dirasakan cukup kuat dan memicu kepanikan warga di beberapa kabupaten/kota dengan skala intensitas yang bervariasi:

​Skala VII MMI (Sigi & Palolo): Getaran dirasakan oleh semua orang, mayoritas masyarakat panik berhamburan keluar rumah, serta berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan dengan konstruksi lemah.

​Skala VI-VII MMI (Torue, Parigi Selatan, & Kota Parigi): Getaran kuat membuat sebagian orang kesulitan berdiri stabil dan memicu kerusakan ringan hingga sedang.

​Skala V-VI MMI (Kota Palu & Sigi Biromaru): Guncangan dirasakan nyata oleh hampir semua penduduk, barang-barang pajangan terpelanting.

​Skala IV-V MMI (Poso, Donggala, & Pasangkayu): Dirasakan oleh banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela/pintu berderik.

​Hingga laporan ini dihimpun pada Selasa siang, BMKG Stasiun Geofisika Palu mencatat telah terjadi setidaknya 8 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang terus mengecil.

​Laporan visual di lapangan menyebutkan adanya dampak kerusakan ringan di wilayah perkotaan, salah satunya insiden pintu kaca pecah pada sebuah gedung di Kota Palu, serta kepanikan pengendara yang sempat terjatuh akibat guncangan di jalan menurun. Kendati demikian, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur skala masif.

​Pihak berwenang dan BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab atau kabar bohong (hoax) yang beredar di media sosial.

​Masyarakat yang berada di area terdampak guncangan kuat diminta untuk:

​Memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak mengalami kerusakan struktural (seperti retakan fatal pada tiang penyangga) sebelum kembali ke dalam rumah.

​Menghindari sementara waktu bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

​Selalu memantau perkembangan dan pembaruan data secara berkala melalui kanal resmi mitigasi kebencanaan milik BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.