Titikkota.com – SARAWAK, MALAYSIA โ Misteri di balik sosok pelaku penipuan investasi dan arisan bodong yang kerap beroperasi di balik kedok cadar hitam akhirnya terungkap. Melalui penelusuran digital masif yang dilakukan oleh para korban, identitas dua pelaku utama yang sempat buron kini berhasil diidentifikasi.
โBerdasarkan hasil pelacakan data akun media sosial dan jejak digital, pelaku utama kasus ini diketahui merupakan pasangan suami istri asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan:
โRini: Pelaku wanita yang selama ini mengenakan cadar hitam saat berinteraksi dengan para korban untuk menyembunyikan identitasnya.
โRudiar: Suami dari Rini, yang diduga berperan aktif dalam mengelola dan menjalankan operasional aliran dana kejahatan tersebut.
โPasangan ini melancarkan aksinya dengan menjanjikan keuntungan besar berlipat ganda melalui skema Ponzi berkedok investasi dan arisan. Hingga saat ini, total kerugian yang dialami para korban di Sarawak, Malaysia, diperkirakan mencapai RM300.000 atau setara dengan Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
โStrategi utama yang digunakan pelaku meliputi:
โManipulasi Identitas & Citra: Pelaku (Rini) sengaja mengenakan cadar hitam dalam setiap pertemuan maupun komunikasi virtual. Hal ini diduga kuat dilakukan untuk membangun citra religius tertentu guna menarik kepercayaan sekaligus mengelabui calon korban.
โJaringan Kejahatan Lintas Negara: Jaringan penipuan ini tergolong luas. Sebelum menyasar wilayah Sarawak, Malaysia, kedua pelaku diketahui telah beroperasi dan memakan korban di berbagai daerah di Indonesia, sebelum akhirnya melarikan diri.
โSaat ini, para korban dari berbagai wilayah telah bergerak cepat menghimpun bukti transaksi keuangan, data akun digital, serta dokumen identitas asli para pelaku. Penemuan ini menjadi titik terang setelah sekian lama pelaku berupaya menghilangkan jejak digital mereka.
โPerwakilan korban mendesak agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) segera melakukan koordinasi intensif. Langkah hukum lintas negara ini diharapkan dapat mempercepat proses penangkapan terhadap Rini dan Rudiar.
โImbauan Publik: Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi valid mengenai keberadaan pasangan Rini dan Rudiar, diharapkan segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat dengan membawa bukti transaksi yang sah.
โDemikian informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi dan peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap modus investasi serupa.
