Titikkota.com – Bulukumba – Turnamen Domino Sukriadi Cup 1 resmi dimulai hari ini di Gedung RMB Bulukumba. Sekitar seribuan pasang peserta dari lokal maupun luar kota memadati lokasi turnamen.
Namun di tengah kemeriahan, sejumlah keluhan muncul dari peserta dan warga sekitar terkait biaya parkir dan akses jalan.
Pantauan media di lokasi, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat memadati area sekitar Gedung RMB sejak pagi. Hal ini menimbulkan kemacetan dan memicu keluhan.
Beberapa peserta turnamen mengeluhkan tingginya biaya parkir motor. Sementara itu warga setempat juga protes karena depan rumah mereka terhalang kendaraan roda empat peserta, sehingga menyulitkan warga untuk keluar masuk.
*”Harusnya panitia dari awal sudah mengantisipasi masalah ini. Jangan hanya mengejar keuntungan atau suksesnya acara saja, tapi juga perhatikan dampak ke masyarakat sekitar,”* ujar salah seorang warga.
Selain itu, sorotan juga mengarah ke biaya pendaftaran/registrasi yang dipatok Rp250.000 per pasang. Menurut sejumlah kalangan, nominal tersebut terlalu mahal untuk turnamen domino sekelas sukriadi cup.
*”Ini kan namanya Sukriadi Cup, nama seorang publik figur. Kalau mau menarik dan turnamen nya elegant,biaya registrasinya seharusnya lebih terjangkau. Paling tidak Rp100 ribu atau Rp150 ribu per pasang,”* kata salah seorang peserta.
Biaya yang tinggi dikhawatirkan justru membatasi dan mengurangi makna dan tujuan olahraga rakyat ini, padahal turnamen ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi pecinta domino di Bulukumba dan sekitarnya.
Peserta dan warga berharap panitia pelaksana segera melakukan evaluasi. Penyediaan kantong parkir yang memadai, pengaturan lalu lintas, dan komunikasi dengan warga sekitar dinilai penting agar kegiatan berjalan lancar tanpa merugikan pihak lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana Sukriadi Cup 1 terkait keluhan tersebut.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya sukses dari sisi jumlah peserta, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dan tidak memberatkan masyarakat.
