Bupati Andi Asman Sulaiman Hadiri Madduppa Gau di Museum Lapawawoi, Awali Rangkaian Gau Maraja 2026

Titikkota.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, menghadiri Madduppa Gau dan Mappadaung Arajang, yang berlangsung di Museum Lapawawoi, Jalan M.H. Thamrin, Kelurahan Manurung’e, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengawali rangkaian pelaksanaan Gau Maraja Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 30 September 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan bahwa Madduppa Gau dan Mappadaung Arajang memiliki makna penting, bukan sekadar sebagai rangkaian acara menuju agenda besar, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan dan warisan leluhur Bone.

“Sebuah daerah yang besar bukan hanya daerah yang memiliki pembangunan fisik yang maju. Daerah yang besar adalah daerah yang mampu menjaga ingatan sejarahnya, menghormati warisan leluhurnya, merawat kebudayaannya dan meneruskannya kepada generasi yang akan datang,” ujar Bupati Bone.

Menurutnya, Bone memiliki kekayaan adat istiadat, tradisi, bahasa, kesenian, nilai-nilai kehidupan, serta berbagai peninggalan sejarah yang merupakan kekayaan tidak ternilai. Seluruh warisan tersebut menjadi modal kebudayaan yang harus dirawat dan dijaga bersama.

Bupati menegaskan bahwa kegiatan seperti Madduppa Gau memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi kebudayaan daerah.

“Budaya bukan sekadar sesuatu yang kita pertontonkan pada saat acara tertentu. Budaya adalah nilai yang hidup, identitas, dan karakter,” tegasnya.

Generasi Muda Harus Bangga Menjadi Orang Bone

Bupati Bone juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda dalam pelestarian budaya.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, generasi muda saat ini dapat mengenal berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia melalui telepon genggam. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan sebuah kemajuan, namun sekaligus menjadi tantangan agar generasi muda tidak semakin jauh dari akar budaya daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak kita begitu mengenal budaya dunia, tetapi justru semakin jauh dari budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai mereka mengetahui banyak tentang sejarah bangsa lain, tetapi tidak mengetahui sejarah leluhurnya,” tuturnya.

Karena itu, Bupati menekankan bahwa pelestarian budaya harus menjadi investasi bagi generasi muda.

Anak-anak muda Bone, kata dia, harus dilibatkan, diberikan ruang untuk belajar, kesempatan untuk tampil dan berkarya, serta dibangun rasa bangga terhadap identitas sebagai masyarakat Bone.

“Kita ingin generasi muda Bone menjadi generasi yang mampu berdiri tegak menghadapi modernisasi tanpa kehilangan jati dirinya. Modern dalam cara berpikir, maju dalam penguasaan teknologi, tetapi tetap kokoh dalam nilai dan budaya,” ungkapnya.

Awal Baik Rangkaian Gau Maraja 2026

Bupati Bone berharap pelaksanaan Madduppa Gau dan Mappadaung Arajang menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian Gau Maraja Tahun 2026.

Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berlangsung dengan tertib, lancar, khidmat, serta penuh semangat kebersamaan.

“ Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas. Tidak hanya bagi pemerintah, tetapi terutama bagi masyarakat Bone,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bone, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Kepala Balai Kebudayaan Sulsel, para Kepala OPD, Kabag, Camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

LP : Ikbal