Titikkota.com – MAKASSAR — Di bawah kepemimpinan Ketua Umum HIKADI, Prof. Dr. KH. Munawir Kamaluddin, M.Ag., M.H., jajaran pengurus mulai merumuskan berbagai program strategis untuk memperkuat peran organisasi alumni Darul Istiqamah dalam mendukung pengembangan pesantren, alumni, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu gagasan strategis tersebut disampaikan oleh Bendahara Umum HIKADI, Syafruddin Mualla, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan, dalam pokok-pokok pemikiran yang disiapkannya untuk Rapat Perdana Pengurus HIKADI.
Menurut Syafruddin, Himpunan Keluarga dan Alumni Darul Istiqamah (HIKADI) harus berkembang menjadi rumah besar alumni yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi, pengabdian, dan penguatan pesantren.
“HIKADI harus menjadi rumah besar alumni, wadah persatuan dan kolaborasi, jembatan antara alumni dan pesantren, serta mitra strategis dalam pengembangan Darul Istiqamah,” ujarnya.
Sebagai Bendahara Umum, Syafruddin menilai pengelolaan organisasi tidak cukup hanya berfokus pada pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Menurutnya, organisasi membutuhkan sistem yang mampu membangun kepercayaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan agar dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat dan mandiri.
Karena itu, ia mengusulkan tiga program prioritas, yakni pendataan dan konsolidasi alumni, pembangunan sistem keuangan yang transparan dan profesional, serta pencanangan Dana Abadi HIKADI.
Program pendataan alumni diarahkan untuk membangun database alumni berskala nasional yang memuat data profesi, bidang usaha, keahlian, serta potensi yang dimiliki alumni Darul Istiqamah yang tersebar di berbagai daerah.
“Kita tidak bisa membangun organisasi yang besar jika kita belum mengenal kekuatan alumni kita sendiri,” kata Syafruddin.
Selain itu, ia juga mengusulkan penerapan tata kelola keuangan yang modern melalui rekening resmi organisasi, standar operasional prosedur (SOP) keuangan, laporan berkala, serta sistem administrasi yang transparan dan akuntabel.
Program strategis lainnya adalah pembentukan Dana Abadi HIKADI sebagai sumber pendanaan jangka panjang organisasi. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung program beasiswa santri, pengembangan pesantren, kaderisasi, kegiatan sosial alumni, serta menjamin keberlanjutan organisasi di masa depan.
Menurut Syafruddin, Dana Abadi HIKADI perlu mulai dibangun sejak sekarang agar organisasi memiliki fondasi ekonomi yang kuat, sehat, dan berkelanjutan.
Ia juga mengusulkan pembentukan Tim Database Alumni, Tim Dana Abadi HIKADI, serta Tim Ekonomi dan Bisnis Alumni guna mendukung pelaksanaan program-program strategis tersebut.
Dalam visi jangka panjangnya, Syafruddin berharap HIKADI dapat memiliki database alumni yang kuat, Dana Abadi yang berkelanjutan, program beasiswa santri, bantuan sosial alumni, aset produktif organisasi, serta tumbuh menjadi salah satu organisasi alumni pesantren terkuat di Indonesia Timur.
“Saya percaya bahwa kekuatan terbesar Darul Istiqamah bukan hanya terletak pada lembaganya, tetapi juga pada jaringan alumninya yang tersebar di berbagai daerah, profesi, dan bidang pengabdian. Jika potensi ini dapat dihimpun dan dikelola dengan baik, maka HIKADI akan menjadi kekuatan besar yang memberi manfaat bagi pesantren, alumni, dan umat,” tegasnya.
Melalui gagasan tersebut, Syafruddin mengajak seluruh alumni Darul Istiqamah untuk membangun budaya memberi, memperkuat kepercayaan, serta bersama-sama membangun fondasi organisasi yang kuat demi kemajuan pesantren dan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh alumni, HIKADI dapat berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya mempererat silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mendukung pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan umat.
