Sam Prakoso Ajak Pemuda Bulukumpa Terlibat dalam Kegiatan Jambore Pelayanan Publik di Bulukumpa

Titikkota.com – BULUKUMBA, — Pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah perubahan. Mereka harus hadir sebagai penggerak, jembatan aspirasi, sekaligus fasilitator yang mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan langkah nyata pemerintah.

Pesan inilah yang disampaikan Sam Prakoso dalam mengajak kalangan pemuda untuk mengambil peran aktif dalam kegiatan **Jambore Pelayanan Publik pada tanggal 28–29 di Lapangan Remaja Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.**

Bacaan Lainnya

Menurut Sam Prakoso, kegiatan ini merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan. Ketika pemerintah hadir menjemput bola dan membuka ruang pelayanan lebih dekat kepada masyarakat, pemuda harus ikut mengambil bagian untuk memastikan bahwa kebutuhan dan persoalan warga mendapatkan perhatian.

Baginya, pemuda bukan hanya sekumpulan orang yang memiliki semangat perubahan, melainkan kekuatan sosial yang mampu mendengar keluhan, merangkum persoalan, serta menyampaikan aspirasi masyarakat melalui ruang-ruang dialog yang tersedia.

“Jangan sia-siakan kesempatan ketika pemerintah datang mendekat kepada masyarakat. Pemuda harus hadir, mengambil peran, dan menjadi fasilitator yang membantu menyampaikan kebutuhan warga, terutama persoalan-persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut,” demikian pesan yang ingin ditegaskan dalam momentum tersebut.

Jambore Pelayanan Publik ini tidak hanya menghadirkan layanan kepada masyarakat, tetapi juga dirangkaikan dengan dialog terbuka dan hiburan musik. Ruang dialog diharapkan menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, mengungkapkan berbagai persoalan, serta mendorong terbukanya jalan penyelesaian atas kebutuhan yang selama ini belum tertangani secara optimal.

Bagi masyarakat Bulukumpa, momentum ini menjadi kesempatan untuk menyuarakan kebutuhan prioritas. Sebab, pelayanan publik yang baik bukan semata-mata tentang kehadiran pemerintah, tetapi juga tentang kesediaan mendengar, memahami, dan menindaklanjuti persoalan masyarakat sesuai kewenangan.

Sam Prakoso berharap para pemuda tidak hanya meramaikan kegiatan secara seremonial, tetapi turut menghidupkan dialog dengan gagasan, data, dan aspirasi yang lahir dari kondisi nyata di tengah masyarakat.

Sebab, ada banyak persoalan yang tidak akan menemukan jalan keluar apabila suara masyarakat berhenti di antara keluhan dan harapan. Dibutuhkan keberanian untuk berbicara, kebijaksanaan untuk mendengar, serta komitmen untuk mengawal agar setiap aspirasi memperoleh perhatian yang semestinya.

**“Pemuda harus menjadi jembatan, bukan sekadar penonton. Ketika ruang dialog dibuka, gunakan untuk menyampaikan aspirasi. Ketika pelayanan didekatkan, manfaatkan sebaik-baiknya. Dan ketika kebutuhan masyarakat disuarakan, mari bersama-sama mengawal agar ada tindak lanjut yang nyata.”**

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam mendorong pelayanan publik yang responsif, mudah dijangkau, serta sesuai dengan kebutuhan warga.