Titikkota.com – Bulukumba, 07 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus informasi di Kabupaten Bulukumba, sering kali kita terjebak dalam kecepatan berbagi tanpa memikirkan konsekuensi. Saat ini, beredar luas rekaman video yang memperlihatkan tragedi korban tenggelam. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti sejenak dan merenungkan satu hal: Tidak semua yang bisa dibagikan, pantas untuk disebarkan.
Menghormati Keluarga yang Berduka: Di balik video yang viral, terdapat keluarga yang sedang hancur hatinya, orang tua yang menanti kabar, dan sahabat yang sedang berduka. Menonton dan membagikan ulang video tersebut sama saja dengan membuka kembali luka mereka.
Etika Digital: Empati bukan sekadar ucapan belasungkawa di kolom komentar. Empati nyata adalah dengan menghormati privasi dan martabat korban.
Ruang untuk Penanganan: Penyebaran konten yang tidak bertanggung jawab dapat mengganggu ketenangan keluarga serta menghambat fokus tim yang berada di lapangan.
Mari Menjadi Netizen yang Beradab
Kita perlu mengubah cara pandang kita dalam berinteraksi di media sosial. Tragedi adalah sebuah duka, bukan konten hiburan atau komoditas viral.
Stop disturbing pictures. Stop sharing traumatic videos.
Mari kita tunjukkan kemanusiaan kita dengan langkah nyata:
Hentikan penyebaran: Jangan teruskan video tragedi kepada siapa pun.
Laporkan konten: Gunakan fitur Report pada platform media sosial jika Anda menemukan video tersebut.
Sebarkan doa: Ganti video dengan dukungan moral atau doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Hari ini, mungkin mereka yang menjadi korban. Namun, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mari pilih untuk menjadi manusia yang lebih peduli daripada sekadar pengejar viralitas.
Hormati korban. Hormati keluarga. Sebarkan doa, bukan videonya.
