Lautan Manusia Padati Malam Puncak HUT ke-66 Bulukumba, Ashari Sitaba Pukau Ribuan Warga di Pantai Merpati

Oplus_131072

TITIKKOTA.COM, BULUKUMBA – Kawasan Pantai Merpati berubah menjadi lautan manusia pada Rabu malam (04/02/2026). Ribuan warga Kabupaten Bulukumba tumpah ruah memadati area panggung utama guna merayakan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66. Kemeriahan ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut usia baru daerah berjuluk “Bumi Panrita Lopi” tersebut.

Perhelatan spektakuler tahun ini mengusung tema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan”. Pesan tersebut terpampang megah di dekorasi panggung, merepresentasikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk terus memacu kemajuan tanpa mencabut akar nilai budaya lokal.

Bacaan Lainnya

Puncak perayaan semakin semarak saat Ashari Sitaba, penyanyi kenamaan kebanggaan Bugis-Makassar, naik ke atas panggung. Dengan aksi panggung yang karismatik dan energik, Ashari berhasil menyihir ribuan pasang mata. Penonton pun tak kuasa menahan diri untuk ikut bernyanyi bersama (sing along) sambil melambaikan lampu ponsel, menciptakan pemandangan lautan cahaya yang estetik di sepanjang pesisir Pantai Merpati.

Kehadiran Ashari Sitaba bukan sekadar hiburan, melainkan penegasan identitas budaya lokal di tengah perayaan modern. Warga dari berbagai pelosok kecamatan bahkan dilaporkan telah memadati lokasi sejak sore hari demi mengamankan posisi terbaik untuk menyaksikan sang idola.

Di balik gegap gempita musik, momentum HUT ke-66 ini juga menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian pembangunan di Bulukumba. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat terasa kental sepanjang acara berlangsung.

“Perayaan ini adalah dari rakyat dan untuk rakyat. Kita melihat betapa solidnya masyarakat Bulukumba di usia ke-66 ini. Semangat kebersamaan inilah modal utama kita membangun daerah,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir di lokasi.

Meski dipadati ribuan orang, acara berlangsung tertib dan kondusif hingga akhir. Kemeriahan malam puncak ini meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi simbol optimisme masyarakat Bulukumba menyongsong masa depan yang lebih cerah.