Titikkota.com – Bulukumba — Setelah sempat viral beberapa waktu lalu di Kecamatan Rilau Ale, penggunaan mobil pete-pete sebagai kendaraan pengantar Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan serupa terjadi di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. 26/12/2025
Mobil yang diduga merupakan bekas kendaraan angkutan umum (pete-pete) terlihat kembali beroperasi sebagai mobil pengantar makanan ke sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait kelayakan kendaraan dan kebersihan makanan yang didistribusikan kepada siswa.
Ironisnya, pengawasan dari pihak Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) maupun koordinator wilayah (Korwil) dinilai terkesan bungkam. Padahal, dalam petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) program MBG, telah diatur secara jelas kriteria kendaraan yang layak digunakan sebagai mobil pengantar makanan.
“Seolah-olah aturan hanya berlaku di atas kertas, tapi tidak diterapkan di lapangan,” ungkap M. Rijal Selaku aktivis Asatu.
M. Rijal mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba serta DPRD untuk segera turun langsung ke lapangan, khususnya meninjau dapur MBG dan armada operasional yang digunakan.
Mereka menilai penting adanya pengecekan menyeluruh terkait kelayakan kendaraan, kebersihan, serta keamanan makanan selama proses distribusi ke sekolah-sekolah.
“Kami meminta pemerintah dan DPRD jangan menunggu adanya korban baru bertindak. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah,” tegas M. Rijal.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak Korwil memberikan tanggapan
“Terkait Fungsi dan tugas koorwil itu bukan penentu dan pengambil kebijakan kami hanya melaporakan apa yang ada dilapangan secara terstruktur dengan aturan yang ada” Ucapnya.
Editor : Gw






