Titikkota.com – BULUKUMBA, 14 Januari 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Bulukumba menyatakan kesiapan penuh untuk memulai operasional perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 19 Februari 2026. Kepastian ini menyusul tuntasnya seluruh tahapan simulasi teknis dan verifikasi administratif yang dilakukan di pusat operasional Dapur MBG, kawasan Polsek Bulukumpa.
Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap kebijakan pemenuhan gizi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Pada fase awal yang dimulai pertengahan Februari mendatang, SPPG Polres Bulukumba akan mendistribusikan 1.000 paket makanan bergizi setiap harinya.
“Meski kapasitas produksi dapur kami telah mencapai 2.200 paket, untuk tahap awal Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kuota 1.000 paket. Sebanyak 10 sekolah dari total 21 sekolah yang terdaftar akan menjadi prioritas pertama sebelum nantinya kami lakukan eskalasi secara bertahap,” ujar AKBP Restu Wijayanto di Mapolres Bulukumba, Rabu (14/1).
Terkait penetapan tanggal 19 Februari, Kapolres memaparkan bahwa jadwal tersebut telah disesuaikan dengan siklus regulasi teknis pencairan dana operasional. Hal ini dilakukan untuk menjamin pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel, di mana dana yang masuk di awal pekan dialokasikan untuk operasional pekan berikutnya.
Dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari ini telah melalui proses uji coba ketat, mulai dari seleksi bahan baku berkualitas, pengolahan yang higienis, hingga pemorsian yang presisi.
“Kami telah menyiagakan 47 personel, termasuk tenaga ahli gizi dan relawan terlatih. Fokus utama kami adalah memastikan setiap paket yang sampai ke tangan siswa di Kecamatan Bulukumpa memenuhi standar gizi yang ditetapkan serta didistribusikan dengan alur yang tertib dan aman,” tambah Kapolres.
Pihak pelaksana menargetkan stabilitas operasional dapat tercapai sepenuhnya sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Saat ini, pembangunan sarana fisik telah rampung 100%. Langkah selanjutnya adalah penguatan koordinasi satu pintu melalui Koordinator Wilayah (Korwil) BGN tingkat kabupaten guna memastikan program berjalan selaras dengan landasan hukum Surat Keputusan Bersama (SKB).
“Kami berkomitmen agar program jangka panjang ini tidak hanya sukses secara seremoni, tetapi solid secara administratif dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi muda di Bulukumba,” pungkas AKBP Restu.






