Titikkota.com – Bulukumba – Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Raja, Bulukumba, mendadak ricuh pada Sabtu malam. Aksi saling lempar batu antara sekelompok warga dan pekerja proyek bangunan sempat membuat pengunjung rumah sakit panik dan berlarian menyelamatkan diri. Rekaman video warga yang tersebar di media sosial bahkan memperlihatkan suasana tegang layaknya adegan film aksi.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, S.Sos, akhirnya angkat bicara dan meluruskan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keributan itu bukan tawuran besar, melainkan murni akibat miskomunikasi antara pekerja proyek rumah sakit dan warga sekitar.
“Ini hanya kesalahpahaman yang memicu emosi sesaat. Tidak ada unsur kriminal terencana,” tegas Iptu Ali.
Namun, polisi tetap bergerak cepat. Tiga pekerja proyek diamankan karena didapati dalam keadaan mabuk berat dan diduga menjadi pemicu suasana memanas. Ketiganya adalah:
1. SP alias P (28), buruh bangunan, alamat Jl. Andi Tonro, Pa’baeng-baeng, Makassar.
2. MRS alias R (18), buruh bangunan, alamat Jl. Andi Tonro 4B, Pa’baeng-baeng, Makassar.
3. AP alias A (17), buruh bangunan, alamat Moncobalang, Karampuang, Barombong, Gowa.
Ketiga pemuda tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bulukumba untuk mengetahui kronologi lengkap dan memeriksa kadar alkohol yang mempengaruhi perilaku mereka.
Sementara itu, personel Polres Bulukumba yang tiba di lokasi segera menenangkan warga dan mengamankan area rumah sakit. Berkat respons cepat aparat, situasi kini telah kembali aman dan kondusif.
Iptu Muhammad Ali mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh potongan video atau informasi simpang siur yang beredar di media sosial.
“Kami minta warga tetap tenang. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas. Semua sudah ditangani,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas layanan di RS Sultan Daeng Raja telah kembali normal. Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan sambil menjaga ketertiban di kawasan rumah sakit.
LP : Gw





