Titikkota.com – LUWU RAYA, 25 JANUARI 2026 – Arus lalu lintas di jalur poros provinsi yang menghubungkan wilayah Luwu Raya mengalami lumpuh total akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang menutup akses jalan utama. Kondisi ini memaksa ratusan sopir truk logistik tertahan selama berjam-jam, bahkan harus rela tidur di badan jalan di bawah kendaraan mereka demi menjaga muatan.
Penutupan jalan yang berlangsung sejak pagi hari ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Bagi para sopir truk lintas provinsi, situasi ini bukan sekadar keterlambatan jadwal, melainkan ujian fisik dan finansial.
Banyak sopir yang memilih menggelar tikar atau sekadar beralaskan kardus di samping ban truk mereka. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan; selain karena rasa lelah yang memuncak, mereka harus tetap waspada menjaga keamanan barang bawaan dari potensi penjarahan atau kerusakan.
“Kami tidak punya pilihan. Mau putar balik bensin tidak cukup, mau cari penginapan juga uang jalan pas-pasan. Jadi, ya, tidurnya di bawah truk saja sambil jaga barang,” ujar Aris (42), salah satu sopir truk pengangkut sembako yang terjebak macet.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Beberapa poin utama dari dampak penutupan jalur ini antara lain:
Potensi Kerusakan Barang: Truk yang membawa komoditas pangan segar terancam mengalami penyusutan kualitas akibat suhu panas dan durasi perjalanan yang molor.
Pembengkakan Biaya Operasional: Para sopir terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk makan dan kebutuhan sanitasi selama terjebak di jalan.
Kesehatan Sopir: Kurangnya istirahat yang layak dan paparan debu jalanan mulai menurunkan kondisi fisik para awak angkutan.
Para sopir berharap pihak berwenang dan massa aksi dapat memberikan ruang atau solusi bagi kendaraan pengangkut logistik agar rantai pasok masyarakat tidak terputus sepenuhnya.






