HMI Bulukumba Desak Pemerintah Evaluasi Penutupan Dapur Makan Bergizi Gratis

Titikkota.com – BULUKUMBA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba angkat bicara terkait kendala pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. HMI menilai pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap penutupan salah satu dapur produksi MBG yang memicu dampak berantai bagi masyarakat.

Penutupan dapur tersebut dinilai kontradiktif dengan semangat awal program. HMI mencatat sedikitnya tiga dampak krusial yang muncul:

Pemutusan Hubungan Kerja: Sejumlah pekerja dapur kehilangan mata pencaharian secara mendadak.

Terhentinya Distribusi Gizi: Para penerima manfaat (siswa/masyarakat) kini tidak lagi mendapatkan asupan gizi yang telah dijanjikan.

Lumpuhnya Ekosistem Lokal: Petani sayur dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi pemasok bahan baku kini terjebak dalam ketidakpastian ekonomi.

Pernyataan Sikap HMI

Sekretaris Umum HMI Cabang Bulukumba, Isranda Lattol, menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk segera mencari jalan keluar.

“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai program yang tujuannya mulia untuk membantu rakyat, justru menjadi sumber persoalan baru bagi pekerja, petani, dan UMKM. Penutupan dapur ini adalah rapor merah yang harus segera dicarikan solusinya,” tegas Isranda.

Harapan Ke Depan

HMI Cabang Bulukumba menekankan bahwa keberlanjutan program MBG tidak hanya soal membagikan makanan, tetapi juga menjaga ekosistem ekonomi yang terlibat di dalamnya. Mereka menuntut pemerintah untuk:

Melakukan audit dan evaluasi penyebab penutupan dapur.

Memastikan distribusi makanan kepada penerima manfaat kembali berjalan normal.
Menjamin nasib para pekerja dan mitra pemasok lokal (petani/UMKM).

HMI berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga program Makan Bergizi Gratis di Bulukumba benar-benar memberikan dampak positif yang menyeluruh tanpa merugikan pihak manapun.

Pos terkait