Titikkota.com – BULUKUMBA — Kondisi fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gantarang 01 menjadi sorotan tajam. Aktivis dari lembaga Asatu menduga lokasi dapur pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut berada terlalu dekat dengan tempat pembuangan sampah umum.
Kondisi ini dinilai sangat berisiko mengabaikan standar kebersihan dan kesehatan, mengingat program MBG merupakan program nasional yang menyasar kesehatan masyarakat.
Aktivis Asatu, Akbar, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas temuan di lapangan tersebut. Menurutnya, tujuan mulia program MBG untuk memenuhi gizi masyarakat bisa tercoreng jika aspek higienis di lokasi pengolahan diabaikan.
“Program ini sangat baik dan sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, jika dapur pengolahannya berada dekat dengan sumber pencemaran seperti tempat sampah, ini menjadi masalah serius. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan,” tegas Akbar kepada media, Jumat (24/04).
Selain lokasi dapur, Akbar juga menyoroti peran pengawasan di tingkat daerah. Ia menduga adanya pembiaran dari pihak Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba terkait pemilihan atau pengelolaan lokasi tersebut.
“Kami mendesak pemerintah daerah dan instansi berwenang segera melakukan peninjauan lokasi. Harus ada evaluasi menyeluruh agar dapur SPPG benar-benar memenuhi standar sanitasi dan higienitas yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Akbar menekankan bahwa transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil MBG Kabupaten Bulukumba belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp belum mendapatkan balasan.






