Titikkota.com – Bulukumba – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menuai kritik setelah ditemukannya dugaan pelanggaran standar higienitas pada salah satu dapur penyedia. Dapur SPPG Caile 01 menjadi sorotan usai Aktivis Asatu menemukan bahan makanan yang diduga akan di jadikan menu MBG.
Program MBG sejatinya dirancang dengan standar kebersihan yang ketat, termasuk kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta pengawasan berkala untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.
Namun, temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang bertolak belakang. Pada Minggu, 19 April 2026, bahan makanan berupa tahu yang diduga akan digunakan untuk menu MBG ditemukan disimpan di pinggir jalan dan berdekatan dengan tempat sampah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi kontaminasi dan kelayakan konsumsi.
Aktivis Asatu, M. Rijal, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan adanya dugaan perlakuan khusus terhadap dapur tersebut. Ia menyebut, meskipun telah berulang kali ditemukan masalah, dapur tersebut tetap beroperasi tanpa tindakan tegas.
“Temuan ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga ada temuan roti tanpa label, ukuran buah salak yang tidak sesuai standar, hingga berbagai persoalan lainnya. Sekarang muncul lagi bahan makanan yang disimpan di lokasi tidak layak. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Rijal juga menyoroti peran Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba yang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kami mendesak Korwil MBG untuk tidak tinggal diam. Ini menyangkut kesehatan masyarakat, apalagi program ini dibiayai oleh uang rakyat,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil MBG Bulukumba belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, masyarakat penerima manfaat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Mereka menilai kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama agar tujuan program benar-benar tercapai.





