Titikkota.com – MASAMBA, LUWU UTARA – Memasuki hari kedua, aksi unjuk rasa menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya dan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah masih terus berlanjut hingga Sabtu (24/1/2026). Massa aksi terpantau masih menduduki titik strategis dan menutup total akses utama penghubung antarprovinsi.
Sejak Jumat kemarin, masyarakat memusatkan aksi di Jembatan Baliase, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Penutupan jalan ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi lumpuh total, memicu antrean kendaraan yang mengular panjang dari kedua arah.
Sebagai bentuk keseriusan tuntutan, demonstran melakukan tindakan tegas dengan:
Penebangan Pohon: Massa memotong batang pohon berukuran besar menggunakan chainsaw milik warga setempat.
Barikade Jalan: Batang pohon tersebut diletakkan melintang tepat di depan jembatan, menutup akses bagi kendaraan roda empat maupun roda dua.
Penjagaan Ketat: Sejumlah perwakilan masyarakat masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas hingga tuntutan mereka didengar.
Tuntutan Massa
Aksi ini merupakan akumulasi dari aspirasi masyarakat yang mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan:
Pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Pemekaran Kabupaten Luwu Tengah sebagai syarat administratif wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pembukaan akses jalan secara sukarela oleh massa. Pihak berwenang dan aparat keamanan terus diimbau untuk melakukan langkah persuasif guna menghindari gesekan fisik, mengingat kemacetan logistik dan mobilisasi warga mulai terdampak secara luas di wilayah Sulawesi Selatan.





