Titikkota.com – Kajang, Bulukumba – Sebuah video keresahan warga di Desa Bonto Baji, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, viral di media sosial pada Sabtu (18/04/2026). Video tersebut memperlihatkan sejumlah porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tertahan dan tidak dibagikan karena ditemukan indikasi ketidaklayakan pada salah satu lauk pauk.
Kekhawatiran Risiko Keracunan
Aksi protes ini dipicu oleh temuan warga mengenai kondisi telur yang kurang matang pada paket makanan yang seharusnya didistribusikan. Warga, khususnya kaum ibu, menyuarakan kekhawatiran serius mengenai dampak kesehatan bagi kelompok rentan.
Beberapa poin krusial yang menjadi keberatan warga di lapangan antara lain:
Risiko bagi Kelompok Rentan: Kekhawatiran mendalam jika makanan tersebut dikonsumsi oleh ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Standar Higienitas: Makanan yang tidak matang sempurna dianggap berisiko tinggi mengandung bakteri yang dapat menyebabkan keracunan masal.
Kritik Kualitas: Warga meminta agar program nasional ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga ketat dalam pengawasan kualitas masakan (QC).
Dalam rekaman yang beredar, salah satu warga menyatakan dengan tegas:
“Apakah ini layak dibagikan untuk ibu hamil, anak balita, atau ibu menyusui? Kami tidak ingin niat baik program ini malah berujung pada keracunan. Harus dipastikan betul kematangannya sebelum sampai ke warga.”
Rekomendasi Tindakan
Menyikapi temuan di Kecamatan Kajang ini, diperlukan langkah cepat dari pihak penyelenggara:
Evaluasi Vendor/Dapur Produksi: Melakukan audit mendalam terhadap proses pengolahan makanan di wilayah Bulukumba untuk memastikan SOP kematangan protein hewani terpenuhi.
Uji Klinis Sederhana: Memastikan porsi yang dipermasalahkan ditarik dari peredaran dan diganti dengan paket baru yang memenuhi standar kesehatan.
Transparansi Distribusi: Pihak berwenang di tingkat Kabupaten Bulukumba diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di tengah masyarakat.






